MTsN 2 Sawahlunto gelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw jadikan perjuangan Nabi sebagai teladan.
HumasTsanduSWL.
Rabiul Awal dalam penanggalan hijriyah merupakan bulan kelahiran dari Nabi Muhammad SAW yang penuh berkah, dan sesuai dengan perintah Allah SWT yang telah mengutusnya sebagai rahmat untuk semesta alam. Rahmat yang berarti karunia dari Allah SWT untuk seluruh makhluk yang ada di alam semesta. Hal ini tertulis dalam surat Al-Anbiya ayat 107 yang memiliki arti “Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang teladan sehingga wajar banyak umat Islam yang ikut berbahagia ketika memperingati kelahirannya dan menyanjung beliau untuk mendapatkan syafaatnya. Madrasah sebagai pilar utama dalam melestarikan ajaran nabi Muhammad yang penuh berkah kepada generasi bangsa, berkewajiban untuk memperingati segala perjuangan nabi dan menjadikan perjuangannya sebagai role model dalam kehidupan manusia. Di Jumat yang berkah 20 September 2024, MTsN 2 Sawahlunto peringati maulid Nabi Muhammad 1446 H bersama Pendidik dan Peserta Didik, sebagai salah satu upaya dalam membentuk karakter profil pelajar yang rahmatan lil alamin dalam meneladani perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW.
Kegiatan diawali oleh pembacaan pidato Bahasa Arab oleh Adzka Alghanny, siswa kelas VIII MTsN 2 yang ikut menjuarai OBA tingkat kota maupun PORSADIN tingkat Sumatera Barat, serta pembacaan Doa oleh Muhammad Faiz dengan Tartilnya yang mengagumkan. Acara dibuka dengan sambutan Kepala Madrasah, bunda Tatis Arni, S.Ag, M.Pd yang mengajak siswa untuk bersungguh-sungguh mendengarkan Tausyiah yang akan disampaikan, dan mengambil hikmah yang dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah dari suri tauladan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tampil sebagai penceramah, Ustadz kondang yang juga merupakan anggota Kepolisian Republik Indonesia, AKP. H. Safril, S.Pd, Kasat Bimas Polres Kota Sawahlunto. Ustadz Safril menganjurkan pada generasi-generasi muda Bangsa Indonesia, untuk mengikuti dan meneladani segala sikap dan perbuatan yang dicontohkan Nabi, karena anak muda cenderung meniru apa yang diidolakannya. Jikalau seorang anak muda menyukai K-pop, maka mereka akan bertingkah seperti idolanya dan alangkah baiknya meniru perilaku Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari yang Pemaaf, bersikap hidup sederhana, dan membalas keburukan dengan kebaikan. Segala perbuatan baik yang diajarkan Nabi Muhammad, membawa perubahan besar terhadap kehidupan bermasyarakat, pergaulan sehari-hari, maupun terhadap alam sekitar. Ustadz juga menghimbau kepada para peserta didik untuk menjauhi Narkoba serta perilaku Asusila, karena tidak ada hal postif yang dihasilkannya, dan hanya akan menjerusmuskan pelakunya kepada masa depan yang paling suramnya.
























